Mata laki-laki itu menatap lurus. Penyesalan demi
penyesalan beruntut melingkupi dirinya, mengirim bulir-bulir air mata yang
mulai menghiasi kedua matanya. Nafasnya sesak, bukan karena udara disekitar.
Tetapi lebih kepada tekanan dan rasa bersalah yang kian menumpuk di dada.
Kicauan burung dari jauh terdengar, seperti mengejeknya. Memperjelas bahwa
semua kesalahannya saat ini memang sangat buruk.