Minggu, 29 Maret 2020

REVIEW NOVEL TERE LIYE - BULAN




Sinopsis
Namanya Seli. Umurnya 15 tahun, kelas sepuluh. Dia sama seperti remaja lain. Menyukai hal yang sama, mendengarkan lagu-lagu yang sama, pergi ke gerai fast food, menonton serial drama, film, dan hal-hal yang disukai remaja.
Tetapi ada sebuah rahasia kecil Seli yang tidak pernah diketahui siapa pun. Sesuatu yang ia simpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan dengan tangannya.
Namanya Seli. Dan tangannya bisa mengeluarkan petir.

Keterangan Buku
Judul : Bulan
Penulis : Tere Liye
No. ISBN : 9786020332949
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tanggal terbit : Agustus – 2016
Jumlah Hlm : 400
Berat : 400 gr


***

     Hai‼ Kali ini, saya akan kembali membahas salah satu novel Tere Liye yang berjudul Bulan. Novel ini adalah kelanjutan kisah petualangan Raib, Seli dan Ali di dunia parallel. Bulan, adalah seri kedua dari Bumi Series. Mungkin bagi yang sudah membaca novel Bumi akan sangat penasaran dengan kisah di novel ini, bukan?

     Nah, di seri kedua ini Raib, Seli dan Ali akan kembali melakukan perjalanan ke klan lain di dunia parallel. Mereka akan sampai di klan Matahari. Siapa yang menyangka sih kalau kekuatan listrik yang di miliki oleh Seli itu karena ia adalah keturunan klan Matahari? Ternyata, mama Seli adalah salah satu penduduk klan matahari yang mengungsi ke bumi saat meletusnya perang besar antar dunia parallel.

     Bagaimana sih bentuk dari klan Matahari? Mama Seli berkata kalau klan Matahari adalah dunia dataran tinggi. Jika Klan Bumi tinggal di atas tanah, dan Klan Bulan tinggal di bawah tanah, maka Klan Matahari berada di atas awan-awan, mega-mega, dan di lereng gunung-gunung megah. Klan Matahari juga mempunyai hewan-hewan raksasa, serta tekhnologi yang paling maju diantara yang lain.

     Nah, nama penduduk di Klan Matahari juga unik, nih. Kalau di Klan Bulan biasanya akan terdiri dari satu kata saja, maka di Klan Matahari nama penduduknya berirama sama. Contohnya Saba-tara-taba atau Mala-tara-tana. Di Klan Matahari pun pemberian nama untuk saudara tidak akan diberi nama baru. Hanya di tambah angka romawi saja. Misalnya Mala-tara-tana II. Pakaian-pakaian disini juga berbeda dengan Klan Bulan yang lebih banyak warna gelap. Di Klan Matahari, penduduknya banyak yang menggunakan warna-warna cerah. Mungkin sepadan dengan nama Klan-nya, kali, ya? Klan Bulan menggunakan warna gelap karena ia muncul di malam hari. Dan Klan Matahari menggunakan warna cerah sesuai dengan matahari yang muncul di pagi hari yang cerah.
Klan Matahari ini dipimpin oleh dua belas tetua anggota konsil. Konsil dipilih oleh seluruh penduduk Klan Matahari. Sekarang ini, Konsil Klan Matahari dipimpin oleh Fala-tara-tana IV yang berkuasa hampir 400 tahun. Disini juga ada Pasukan Cahaya, sama seperti hal nya Pasukan Bayangan yang ada di Klan Bulan.  

     Di dalam novel ini, tokoh-tokoh utama yang ada masih sama. Ada Raib, Seli, dan Ali. Ada juga Selena yang akan tetap ada bersama ketiga sahabat ini.  kalian juga akan bertemu dengan Ily, anak dari Ilo yang sudah kalian temui di novel Bumi. Ily aka nada disini untuk mendampingi Raib, Seli dan Ali dalam menjalani petualangan di Klan Matahari. Juga akan ada beberapa nama lagi yang akan kalian temui disini. Ayo baca terus, ya!
***
     Mereka sampai di Klan Matahari dengan mendarat sempurna di Stadion Matahari kota Illios. Sorak sorai penonton mneyambut kedatangan grup Klan Bulan ini disana. Ternyata penduduk Klan Matahari sedang menyelenggarakan pembukaan Festival Bunga Matahari. Festival Bunga Matahari ini adalah perlombaan yang paling penting di Klan Matahari. Sembilan kontingen dari Sembilan fraksi seluruh negeri berlomba menemukan bunga matahari pertama mekar, dan tempatnya tidak diketahui. Kontingen yang menemukan bunga tersebut pertama kali akan berhasil menjadi pemenang. Peserta yang mengikuti festival ini haruslah yang tangguh, kuat, terlatih, dan memiliki kemampuan bertahan hidup yang baik karena mereka harus melewati banyak rintangan sulit nantinya.
Tapi yang mnegejutkan, tidak hanya ada Sembilan kontingen yang akan berkompetisi saat itu. Tapi akan ada sepuluh kontingen yang akan mengikuti. Tebak siapa kontingen kesepuluhnya? Yes! Kontingen kesepuluh yang akan mengikuti festival tersebut adalah kelompok dari Klan Bulan. Raib, Seli, Ali, dan Ily akan mengikuti festival tersebut secara mendadak dalam rangka melakukan diplomasi damai.

     Mereka akan mejadi kontingen kesepuluh. Kontingen Harimau Putih.

     Petualangan mereka akan penuh dengan rintangan dan hambatan. Bahu-membahu mereka melintasi rintangn tersebut. Mereka berempat akan menjadi tim yang sangat tangguh dan kompak. Tidak hanya akan mendapat rintangan dari luar, tetapi mereka juga akan menghadapi kontingen-kontingen lain yang sangat menginginkan kemenangan. Kalian akan hanyut dalam petualangan mereka disini nantinya. Sosok Ily yang menemani ketiga sahabat itu juga akan membuat kalian kagum. Sosok yang lemah lembut dan bertanggung jawab, tangguh dan kuat.

     Bagaimana hasil akhirnya? Siapa , sih, yang akan menemukan bunga matahari tersebut? Rintangan-rintangan apa saja yang akan dihadapi Kontingen Harimau Putih? Kejutan apa yang akan dihadirkan di novel Bulan ini?

     Untuk mengetahui jawabannya, kalian harus baca novel Bulan ini! jalan cerita yang menarik benar-benar akan membuat kalian hanyut saat membacanya. Tere Liye tidak pernah gagal membuat kita berdecak kagum dengan imajinasi-imajinasinya yang tinggi. Kita bahkan mungkin tidak pernah berkhayal tentang piring-piring terbang ataupun hewan-hewan raksasa, bukan?
***
     Nah, disini saya akan memberikan beberapa kalimat-kalimat bagus yang ada di dalam novel Bulan. Apa saja, sih?
-       “Bunga Matahari pertama mekar tidak hanya symbol kekuasaan dunia ini, bunga itu memiliki kekuatan. Jiak ditemukan dalam kondisi terbaik, di tangan orang terpilih, bunga itu bisa melakukan hal-hal yang tidak pernah terbayangkan. Ini benar-benar di luar dugaan. Aku kira kalian hanya tersesat, atau sedang dalam perjalanan melihat negeri, ternyata kalian peserta festival. Masih muda sekali. Bagaimanapun mereka mengubah peraturan kompetisi ini, tetap saja perjalanan kalian berbahaya”

-          “… dunia ini dipenuhi banyak sekali hal menakjubkan. Satu-dua kita bisa menyingkap penjelasan, lebih banyak lagi yang tidak. Besok lusa mungkin kamu akan menyingkap beberapa hal yang tidak ku ketahui”

-          “Ketahuilah, mau seberapa maju tekhnologi dunia ini, mau bagaimanapun mereka mengubah peraturan kompetisi, maka sejatinya kompetisi ini tetap tentang alam liar. Kamu tidak membutuhkan kekuatan besar, atau senjata-senjata terbaik untuk menemukan bunga matahari pertama mekar. Kamu cukup memiliki keberanian, kehormatan, ketulusan, dan yang paling penting, mendengarkan alam liar tersebut. Dengarkanlah mereka. Hewan-hewan berlari diatas tanah. Burung-burung terbang. Suara dedaunan. Kelepak dahan-dahan. Dengarkanlah mereka, maka mereka akan menuntunmu dengan baik”

***
     Nah, bagaimana? Penasaran kan dengan kalimat-kalimat bagus lainnya? Penasaran juga kan dengan kelanjutan petualangan mereka selama mengikuti festival? Jangan lupa untuk membaca novel Bulan ini, ya! Karena kalian akan menemukan semuanya disini.

     Sampai sini saja tulisan saya hari ini. Kita akan bertemu lagi di resensi berikutnya. Atau mungkin, cerpen berikutnya? Atau malah cerbung berikutnya? Kita tidak tahu. Saya juga tidak tahu. Nantikan saja tulisan saya lagi, hehehehe. Sampai jumpa! Jangan lupa membaca! Membaca membuat pikiran terbuka, mungkin kita akan menemukan rahasia dunia lainnya disana.   

     See you!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar