Sinopsis
Namanya Seli. Umurnya
15 tahun, kelas sepuluh. Dia sama seperti remaja lain. Menyukai hal yang sama,
mendengarkan lagu-lagu yang sama, pergi ke gerai fast food, menonton serial drama, film, dan hal-hal
yang disukai remaja.
Tetapi ada sebuah
rahasia kecil Seli yang tidak pernah diketahui siapa pun. Sesuatu yang ia
simpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan dengan tangannya.
Namanya Seli. Dan tangannya bisa mengeluarkan petir.
Keterangan Buku
Judul : Bulan
Penulis : Tere Liye
No. ISBN : 9786020332949
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tanggal terbit : Agustus – 2016
Jumlah Hlm : 400
Berat : 400 gr
***
Hai‼
Kali ini, saya akan kembali membahas salah satu novel Tere Liye yang berjudul
Bulan. Novel ini adalah kelanjutan kisah petualangan Raib, Seli dan Ali di
dunia parallel. Bulan, adalah seri kedua dari Bumi Series. Mungkin bagi yang
sudah membaca novel Bumi akan sangat penasaran dengan kisah di novel ini,
bukan?
Nah,
di seri kedua ini Raib, Seli dan Ali akan kembali melakukan perjalanan ke klan
lain di dunia parallel. Mereka akan sampai di klan Matahari. Siapa yang
menyangka sih kalau kekuatan listrik yang di miliki oleh Seli itu karena ia
adalah keturunan klan Matahari? Ternyata, mama Seli adalah salah satu penduduk
klan matahari yang mengungsi ke bumi saat meletusnya perang besar antar dunia
parallel.
Bagaimana
sih bentuk dari klan Matahari? Mama Seli berkata kalau klan Matahari adalah
dunia dataran tinggi. Jika Klan Bumi tinggal di atas tanah, dan Klan Bulan
tinggal di bawah tanah, maka Klan Matahari berada di atas awan-awan, mega-mega,
dan di lereng gunung-gunung megah. Klan Matahari juga mempunyai hewan-hewan
raksasa, serta tekhnologi yang paling maju diantara yang lain.
Nah,
nama penduduk di Klan Matahari juga unik, nih.
Kalau di Klan Bulan biasanya akan terdiri dari satu kata saja, maka di Klan
Matahari nama penduduknya berirama sama. Contohnya Saba-tara-taba atau
Mala-tara-tana. Di Klan Matahari pun pemberian nama untuk saudara tidak akan
diberi nama baru. Hanya di tambah angka romawi saja. Misalnya Mala-tara-tana II.
Pakaian-pakaian disini juga berbeda dengan Klan Bulan yang lebih banyak warna
gelap. Di Klan Matahari, penduduknya banyak yang menggunakan warna-warna cerah.
Mungkin sepadan dengan nama Klan-nya, kali,
ya? Klan Bulan menggunakan warna gelap karena ia muncul di malam hari. Dan Klan
Matahari menggunakan warna cerah sesuai dengan matahari yang muncul di pagi
hari yang cerah.
Klan
Matahari ini dipimpin oleh dua belas tetua anggota konsil. Konsil dipilih oleh
seluruh penduduk Klan Matahari. Sekarang ini, Konsil Klan Matahari dipimpin
oleh Fala-tara-tana IV yang berkuasa hampir 400 tahun. Disini juga ada Pasukan
Cahaya, sama seperti hal nya Pasukan Bayangan yang ada di Klan Bulan.
Di
dalam novel ini, tokoh-tokoh utama yang ada masih sama. Ada Raib, Seli, dan
Ali. Ada juga Selena yang akan tetap ada bersama ketiga sahabat ini. kalian juga akan bertemu dengan Ily, anak
dari Ilo yang sudah kalian temui di novel Bumi. Ily aka nada disini untuk
mendampingi Raib, Seli dan Ali dalam menjalani petualangan di Klan Matahari.
Juga akan ada beberapa nama lagi yang akan kalian temui disini. Ayo baca terus,
ya!
***
Mereka sampai di Klan Matahari dengan mendarat sempurna di
Stadion Matahari kota Illios. Sorak sorai penonton mneyambut kedatangan grup
Klan Bulan ini disana. Ternyata penduduk Klan Matahari sedang menyelenggarakan
pembukaan Festival Bunga Matahari. Festival Bunga Matahari ini adalah
perlombaan yang paling penting di Klan Matahari. Sembilan kontingen dari Sembilan
fraksi seluruh negeri berlomba menemukan bunga matahari pertama mekar, dan
tempatnya tidak diketahui. Kontingen yang menemukan bunga tersebut pertama kali
akan berhasil menjadi pemenang. Peserta yang mengikuti festival ini haruslah
yang tangguh, kuat, terlatih, dan memiliki kemampuan bertahan hidup yang baik
karena mereka harus melewati banyak rintangan sulit nantinya.
Tapi yang mnegejutkan, tidak hanya ada Sembilan kontingen yang
akan berkompetisi saat itu. Tapi akan ada sepuluh kontingen yang akan
mengikuti. Tebak siapa kontingen kesepuluhnya? Yes! Kontingen kesepuluh yang akan mengikuti festival tersebut
adalah kelompok dari Klan Bulan. Raib, Seli, Ali, dan Ily akan mengikuti
festival tersebut secara mendadak dalam rangka melakukan diplomasi damai.
Mereka akan mejadi kontingen kesepuluh. Kontingen Harimau
Putih.
Petualangan mereka akan penuh dengan rintangan dan hambatan.
Bahu-membahu mereka melintasi rintangn tersebut. Mereka berempat akan menjadi
tim yang sangat tangguh dan kompak. Tidak hanya akan mendapat rintangan dari
luar, tetapi mereka juga akan menghadapi kontingen-kontingen lain yang sangat
menginginkan kemenangan. Kalian akan hanyut dalam petualangan mereka disini
nantinya. Sosok Ily yang menemani ketiga sahabat itu juga akan membuat kalian
kagum. Sosok yang lemah lembut dan bertanggung jawab, tangguh dan kuat.
Bagaimana hasil akhirnya? Siapa , sih, yang akan menemukan
bunga matahari tersebut? Rintangan-rintangan apa saja yang akan dihadapi Kontingen
Harimau Putih? Kejutan apa yang akan dihadirkan di novel Bulan ini?
Untuk mengetahui jawabannya, kalian harus baca novel Bulan
ini! jalan cerita yang menarik benar-benar akan membuat kalian hanyut saat
membacanya. Tere Liye tidak pernah gagal membuat kita berdecak kagum dengan
imajinasi-imajinasinya yang tinggi. Kita bahkan mungkin tidak pernah berkhayal
tentang piring-piring terbang ataupun hewan-hewan raksasa, bukan?
***
Nah, disini saya akan memberikan beberapa kalimat-kalimat
bagus yang ada di dalam novel Bulan. Apa saja, sih?
- “Bunga Matahari pertama mekar tidak hanya symbol
kekuasaan dunia ini, bunga itu memiliki kekuatan. Jiak ditemukan dalam kondisi
terbaik, di tangan orang terpilih, bunga itu bisa melakukan hal-hal yang tidak
pernah terbayangkan. Ini benar-benar di luar dugaan. Aku kira kalian hanya
tersesat, atau sedang dalam perjalanan melihat negeri, ternyata kalian peserta
festival. Masih muda sekali. Bagaimanapun mereka mengubah peraturan kompetisi
ini, tetap saja perjalanan kalian berbahaya”
-
“… dunia ini dipenuhi banyak sekali hal
menakjubkan. Satu-dua kita bisa menyingkap penjelasan, lebih banyak lagi yang
tidak. Besok lusa mungkin kamu akan menyingkap beberapa hal yang tidak ku
ketahui”
-
“Ketahuilah, mau seberapa maju tekhnologi dunia
ini, mau bagaimanapun mereka mengubah peraturan kompetisi, maka sejatinya
kompetisi ini tetap tentang alam liar. Kamu tidak membutuhkan kekuatan besar,
atau senjata-senjata terbaik untuk menemukan bunga matahari pertama mekar. Kamu
cukup memiliki keberanian, kehormatan, ketulusan, dan yang paling penting, mendengarkan
alam liar tersebut. Dengarkanlah mereka. Hewan-hewan berlari diatas tanah. Burung-burung
terbang. Suara dedaunan. Kelepak dahan-dahan. Dengarkanlah mereka, maka mereka
akan menuntunmu dengan baik”
***
Nah, bagaimana? Penasaran kan dengan kalimat-kalimat bagus
lainnya? Penasaran juga kan dengan kelanjutan petualangan mereka selama
mengikuti festival? Jangan lupa untuk membaca novel Bulan ini, ya! Karena kalian
akan menemukan semuanya disini.
Sampai sini saja tulisan saya hari ini. Kita akan bertemu
lagi di resensi berikutnya. Atau mungkin, cerpen berikutnya? Atau malah cerbung
berikutnya? Kita tidak tahu. Saya juga tidak tahu. Nantikan saja tulisan saya
lagi, hehehehe. Sampai jumpa! Jangan lupa membaca! Membaca membuat pikiran
terbuka, mungkin kita akan menemukan rahasia dunia lainnya disana.
See you!
Baca juga Resensi Novel Tere Liye - Bumi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar